inilah proses aktivitas importir

Kegiatan ekspor importir org  didasari atas kondisi bahwa tidak ada suatu negara yang terlalu mandiri karena satu mirip lain saling memerlukan dan saling mengisi. Setiap negara punya karakteristik yang berbeda, seperti sumber daya alam, iklim, geografis, susunan ekonomi, dan susunan sosial. Perbedaan tersebut menyebabkan perbedaan komoditas yang dihasilkan, komposisi cost yang diperlukan, serta kualitas dan kuantitas produk. Adanya interdependensi kebutuhan itulah yang memicu terdapatnya perdagangan internasional. Setiap negara mempunyai keunggulan dan kekurangan. Komoditas yang dihasilkan suatu negara mungkin termasuk belum dapat dipakai langsung karena berwujud bahan mentah yang memerlukan pengolahan lebih lanjut. Bahan mentah berikut setelah itu mungkin dibutuhkan negara lain sebagai bahan baku pabriknya.

http://blueraycargo.id

Di Indonesia sendiri aktivitas impor membawa basic hukum yaitu pasal 1 butir 13 Undang-undang No 10 Tahun 1995 tentang Kepabeanan, sebagaimana telah diubah bersama Undang-undang No 17 tahun 2006. Selain Undang-undang tersebut masih ada lebih dari satu keputusan-keputusan seperti :

  1. Keputusan Menteri Keuangan Nomor 453/KMK.04/2002 tentang Tatalaksana Kepabeanan di Bidang Impor, sebagaimana udah lebih dari satu kali diubah terakhir dengan Kep. Menkeu N0. 112/KMK.04/2003.
  2. Keputusan Direktur Jenderal Bea dan Cukai nomer KEP-07/BC/2003 tentang Petunjuk Pelaksanaan Tatalaksana Kepabeanan di Bidang Impor yang telah beberapa kali diubah paling akhir bersama Peraturan DJBC N0. P-42/BC/2008. Peraturan-peraturan berikut sesuaikan tentang bea masuk impor, prosedur tata pelaksanaan impor, serta dokumen impor yang mesti dipenuhi oleh para importir. Dalam lakukan aktivitas impor, Indonesia punya tata pelaksanaan yang cukup panjang.Hal berikut karena banyaknya pihak yang berperan dalam kegiatan impor di Indonesia. Para pihak yang berperan di dalam aktivitas impor di indonesia adalah : Importir, Freight Forwarder, Ekspedisi Muatan Kapal Laut (EMKL), Perusahaan Pelayaran, PT Pelabuhan Indonesia (Pelindo), Karantina, Bank, 10 dan Bea Cukai. Kinerja pihak-pihak berikut bakal pengaruhi lamanya waktu untuk sistem impor dari datangnya suatu barang hingga barang berikut muncul dari pelabuhan dan dijual dipasaran bakal pengaruhi harga dari barang tersebut.

Semakin lama sistem aktivitas impor suatu barang, makin tinggi pula harga barang tersebut. Hal ini, bakal berpengaruh terhadap tingkat perekonomian di indonesia sendiri, serta kesejahteraan bagi penduduk yang merasakan langsung dari tingginya harga barang-barang impor tersebut. Waktu yang dibutuhkan dari sistem aktivitas impor tersebut dikenal bersama dwellingtime.Dwellingtime adalah waktu menanti yang dibutuhkan menjadi waktu peti kemas diturunkan dari sarana pengangkut hingga keluar dari pelabuhan.